Peringati 20 Tahun Pengakuan Keris oleh UNESCO Tosan Aji Gelar Budaya

avatar amar
Anwar (duduk) dan Eko saat menggelar koleksi keris dan batu akik di Pagelaran Budaya Tosan Aji di Balai Pemuda Surabaya. (Amar)
Anwar (duduk) dan Eko saat menggelar koleksi keris dan batu akik di Pagelaran Budaya Tosan Aji di Balai Pemuda Surabaya. (Amar)

Swaranews.com - Pagelaran Budaya yang dihelat oleh Tosan Aji Nusantara yang dibuka pada Senin, 17 November 2025 akan berlangsung hingga Jum’at, 21 November 2025 di Gedung Balai Pemuda Kota Surabaya. Memasuki hari keempat, pameran budaya tersebut juga diisi beberapa benda untuk dilelang. Selain keris, ada juga batu akik dan batu permata, mata tombak dan pedang bahkan beberapa aksesori lainnya.

Baru pertama kali ikut pameran, Eko membawa berbagai macam jenis keris untuk dipamerkan. Diantaranya, keris dari Madura dengan jenis Nogo Rojo, keris dari Mataram, dan Singasari serta beberapa dari peninggalan jaman kerajaan. Selain pameran dirinya mengenalkan beberapa keris miliknya melalui media online. Baik di platform media sosial maupun di platform khusus keris dan budaya.

Baca Juga: Reog Purbaya Surabaya Sabet Tiga Besar Nasional FNRP 2026

“Kita prinsipnya koleksi keris ini untuk kebudayaan. Istilahnya dalam bahasa Jawa nguri-nguri budaya. Namun harus diakui bahwa sebagian keris yang kami memang ada yang khusus, memiliki yoni. Oleh karena itu saat ada yang hendak membelinya, tentu kita sampaikan ini sekedar hiasan, atau memang memiliki ciri khas tertentu. Mengenai harganya sama saja. Semua itu tergantung orang yang hendak memilikinya,” ujar Eko, Kamis (20/11/2025) di Balai Pemuda Surabaya.

Anwar dari Malang, menyampaikan bahwa berawal dari hobinya koleksi batu akik dan permata. Kemudian dirinya juga merambah dunia keris. Menurutnya, ada perbedaan mendasar bagi para penghobi keris di kota besar dengan di pedesaan atau kota-kota kecil. Dia menyebutkan bagi kolektor keris di kota-kota besar biasanya hanya murni untuk koleksi dan melestarikan budaya. Sedangkan bagi mereka di pedesaan atau bahkan di pedalaman mereka mengoleksi keris ini dari yang berciri khas khusus dan yoni. 

“Itu hasil pengalaman saya dari mengoleksi atau menukangi bati akik dan permata. Kemudia sambil menyelam minum air istilahnya, saya mempelajari budaya keris dan mengoleksinya,” tutur Anwar.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Utsawa Dharma Gita 2026, Cetak Generasi Muda Hindu Berkarakter dan Peduli Lingkungan

Ditanya perkembangan batu akik, Anwar menjelaskan bahwa kali ini dirinya membawa batu akik yang variatif. Mulai dari harga Rp 100.000 - Rp 300.000. Dia juga menjelaskan bahwa untuk batu yang hingga saat ini masih stabil adalah di kelas permata. 

“Persamaan dengan keris, batu akik ini ada yang diyakini memiliki yoni tertentu. Meskipun bagi kami tujuannya hanya melestarikan budaya Nusantara. Kalau harga batu akik saat ini biasa saja. Namun untuk yang kelas permata, tentu harganya lebih variatif,” tutup Anwar.

Baca Juga: Reog Purbaya Surabaya Guncang Panggung Nasional KEN 2026

Bagi kalian yang penasaran seperti apa pameran keris dan sebagainya. Bisa langsung berkunjung ke Gedung Balai Pemuda Kota Surabaya sisi barat di Jalan Gubernur Suryo. Tepatnya d isamping Gedung Negara Grahadi dan SMAN 6 Surabaya. Gratis, tinggal parkir di Alun-Alun Surabaya, masuk dan nikmati nuansa unik budaya leluhur Nusantara. (Mar)

 

Berita Terbaru

Peristiwa,

DSDABM Optimalkan Rumah Pompa

Swaranews.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak subuh pada Senin (22/6/2026), menyebabkan sejumlah wilayah mengalami genangan. Namun, hingga