Swaranews.com - Komisi D DPRD Kota Surabaya melakukan hearing (rapat dengar pendapat) dengan Dinas Pendidikan Jatim, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bapemkesra, Bappeda dan Baznas Kota Surabaya.
Pada rapat tersebut membahas bantuan untuk warga Surabaya. Adanya tumpang tindih bantuan untuk warga Surabaya antara Baznas dan Pemerintah Kota Surabaya, diantaranya bantuan pendidikan terkait tebus ijazah, bantuan kesehatan terkait BPJS Kesehatan dan bantuan sosial, misalnya bedah rumah.
Baca Juga: Budi Leksono Diskusi Politik Bersama Mahasiswa Unair dan Unesa
Menanggapi hal ini, Johari Mustawan, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS menyampaikan perlunya perkuat sinergi dan kolaborasi antara Baznas dan Pemerintah Kota Surabaya,
“Perlu adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Baznas dan Pemerintah Kota Surabaya, agar bantuan yang diberikan bisa saling melengkapi satu dengan yang lain,” ujar Johari, Senin (6/10/2025) di Jalan Yos Sudarso, Surabaya.
Dia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi yang dilakukan terkait pemberian bantuan untuk warga Kota Surabaya, aggarannya bisa dari Baznas. Sementara untuk data penerima bantuan bisa dari dinas terkait, misalnya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan.
“Perlu untuk dilakukan sosialisasi jumlah prosentase bantuan yang bisa disalurkan oleh baznas untuk warga lewat zakat, infaq dan sedekah,” jelas Johari.
Anggota dewan yang akrab disapa Bang Jo ini juga mengusulkan salah satu bantuan yang bisa diberikan di bidang pendidikan berupa biaya pendidikan untuk pelajar yang rentan putus sekolah,
“Menurut data yang ada, sekitar 12 ribu siswa di Surabaya yang rentan putus sekolah, paling banyak terkait masalah ekonomi, salah satunya yaitu ada satu siswa SMK di wilayah Surabaya barat yang rentan putus sekolah karena tidak adanya biaya transportasi. Ini barangkali bisa menjadi prioritas untuk diberikan bantuan oleh baznas,” jelas Bang Jo.
Untuk bidang kesehatan, Bang Jo mengusulkan agar pemberian bantuan ke warga terkait tanggungan biaya kesehatan bisa lebih dioptimalkan oleh Baznas, “Warga yang tidak ditanggung BPJS dan harus hutang kesana kemari untuk biaya pengobatannya. Barangkali ini yang bisa mendapat prioritas bantuan dari Baznas,” ujar Bang Jo.
Terakhir, Bang Jo berharap selanjutnya Baznas bisa lebih baik lagi kedepannya, “Apa yang menjadi kekurangan di Baznas Kota Surabaya, kedepannya bisa kita perbaiki bersama-sama, sehingga masyarakat tetap bisa memperoleh kemanfaatan dari Baznas,” tutup Bang Jo. (Mar)
Editor : redaksi