Menggali Potensi Ekonomi Lokal Pada Inovasi dan Edukasi Kelestarian dan Pengembangan Budaya Alam dan Pertanian

avatar redaksi

Swaranews.com — Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, seorang tokoh lokal menegaskan pentingnya menggali potensi-potensi ekonomi yang sudah tercatat sejak 2018. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memetakan potensi-potensi tersebut dan mencari peluang pengembangan yang bisa diolah secara bertahap.

“Kita mulai dari apa yang sudah ada dulu. Potensi-potensi ekonomi yang tercatat di 2018 itu perlu kita lihat kembali dan kita kembangkan. Itu menjadi bagian penting dari rencana kita,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Dorong Industri Kreatif dan Perputaran Ekonomi

Ia juga menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan tidak bersandar pada kekuatan politik, melainkan lebih pada semangat inovasi dan tanggung jawab pribadi untuk mendorong kemajuan.

“Dulu waktu kontestasi, ada sekitar 40 persen masyarakat yang memberikan dukungan. Dari sana saya merasa bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi melalui pemikiran dan inovasi yang saya miliki. Ini bukan soal kekuasaan, tapi bagaimana kita bisa memberi manfaat nyata,” tambahnya.

Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan edukatif, ia mengajak rekan-rekannya untuk bersama-sama menciptakan inovasi yang bisa dijalankan secara konsisten demi kepentingan masyarakat luas.

“Kita mulai pelan-pelan, kita cari potensi yang bisa kita kembangkan sendiri. Yang penting ada niat dan aksi nyata untuk perubahan,” tuturnya.'

Beliau juga mengibuhkan

Baca Juga: Ansor Jatim Gelar Ecomomic Forum 2026

Di tengah derasnya arus pembangunan dan modernisasi, kebutuhan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan budaya menjadi semakin mendesak. Hal ini diungkapkan oleh seorang tokoh masyarakat dalam sebuah diskusi komunitas yang membahas tentang keberlanjutan dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup, budaya, dan pertanian.

"Jadi ini memang harus dengan usaha, tidak bisa instan," ujar tokoh tersebut. Menurutnya, membudidayakan kesadaran antara kelestarian dan pengembangan merupakan langkah krusial demi masa depan yang lebih berkelanjutan. "Karena itu sangat-sangat penting," lanjutnya.

Ia menambahkan, sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat, namun sering kali potensi yang ada justru terbuang sia-sia. Salah satunya adalah soal pengelolaan sumber daya lokal, seperti kuming-kuming—sebuah istilah yang merujuk pada lahan atau area tertentu yang memiliki potensi namun kurang diperhatikan.

"Banyak sebenarnya. Tapi malah buang-buang lagi untuk hal-hal seperti kuming-kuming dan sebagainya ya," ucapnya sambil menekankan bahwa pendekatan yang lebih serius perlu diterapkan agar kawasan seperti itu bisa diberdayakan secara optimal. "Bagaimana kita membuat kuming-kuming utuh, kita membuat, itu juga, buat kita pertanian juga."

Baca Juga: Reog Purbaya Surabaya Guncang Panggung Nasional KEN 2026

Menurutnya, wilayah seperti kuming-kuming ini sebenarnya bisa dikembangkan menjadi kawasan pertanian terpadu, tempat edukasi, atau bahkan ekowisata yang bisa memberdayakan masyarakat setempat. Hanya saja, sering kali masalah utama justru terletak pada komitmen dan kesadaran untuk mengelola secara serius.

"Tempatnya ada, guys. Tapi jangan-jangan lupa, tinggal enteng-enteng," katanya sambil mengingatkan bahwa lokasi dan potensi tidak akan berarti apa-apa jika tidak diikuti dengan niat dan kerja nyata.

Diskusi ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara kelestarian alam, pengembangan budaya lokal, serta inovasi di bidang pertanian dan pengelolaan lahan. Bukan hanya tentang membangun secara fisik, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif agar setiap potensi yang ada bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan bersama.(Erk)

Berita Terbaru

Peristiwa,

DSDABM Optimalkan Rumah Pompa

Swaranews.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak subuh pada Senin (22/6/2026), menyebabkan sejumlah wilayah mengalami genangan. Namun, hingga