Swaranews.com - Tradisi Hari Raya Ketupat yang jatuh di hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri masih dirayakan di beberapa daerah. Tak terkecuali bagi warga Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak. Agenda berbagi dan bersodaqoh makanan ketupat gratis lengkap dengan sayur lodeh dan lauk pauknya ditambah berbagai minuman. Uniknya makanan dan minuman tersebut disajikan gratis bagi seluruh warga dan masyarakat yang kebetulan lewat di jalan Sukolilo tersebut.

Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua
Menurut Hanafi, Ketua RW 02 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya bahwa sebenarnya acara ini setiap tahun ada dan dilaksanakan setiap hari raya ketupat.
"Ini tradisi yang sudah ada sejak
nenek moyang kita dulu dan orang-orang tua kita dahulu sudah ada. Sehingga sejak tahun 2023, Saya berkoordinasi dengan para Ketua RT. Kemudian kami putuskan membuat terobosan agar tradisi makan ketupat gratis di selenggarakan di Jalan Raya Sukolilo Baru yang berbatasan langsung dengan Jembatan Suroboyo, Kenjeran," ujarnya, Senin (7/4/2025) di Jalan Sukolilo Baru, sore.
Hanafi menjelaskan bahwa pada awalnya, tradisi tersebut dilaksanakan di setiap gang kampung. Sehingga yang menikmati hanya warga setempat. Namun kemudian disepakati untuk bersodaqoh makanan gratis di jalan. Agar semua masyarakat umum juga bisa menikmatinya.
"Alhamdulillah masyarakat warga kami mendukung penuh. Sudah tiga tahun berjalan dan antusiasme tidak hanya datang dari warga sekitar. Tetapi dari lain kampung bahkan ada yang dari Kabupaten Sidoarjo turut hadir dan menikmati tradisi berbagi berkah makanan ketupat dan jajanan serta minuman segar," paparnya.
Hanafi Ketua RW 02 Sukolilo Baru menjelaskan bahwa masyarakat di wilayahnya sangat terbuka kepada masyarakat yang hadir. Semuanya dilayani dengan ramah.
Baca Juga: Reog Purbaya Surabaya Sabet Tiga Besar Nasional FNRP 2026
"Ini murni biaya masing-masing masyarakat warga kami yang ingin bersodaqoh. Tak ada bantuan dari pemerintah atau siapapun. Ini tradisi turun temurun yang terus akan kami laksanakan di tahun-tahun mendatang," terangnya.
Hanafi berharap tradisi yang menjunjung kearifan lokal ini bisa lebih luas tersiar ke seluruh Kota Surabaya khususnya. Pihaknya juga siap apabila Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas pariwisata bisa hadir turut mendukung tradisi turun temurun tersebut.
"Saya sangat senang apabila dinas pariwisata atau penerintah turut hadir disini. Saya mohon kepada dinas terkait bisa membantu kami, paling tidak mempublikasikan tradisi masyarakat RW 02 Kelurahan Sukolilo Baru ini dan kami pastikan tetap gratis dari swadaya masyarakat setempat," tutup Hanafi.
Sementara itu, Wi Masruhin warga Sukolilo gang 7 menyampaikan bahwa masyarakat akan terus melaksanakan tradisi tahunan ini.
"Jenis makanannya tidak hanya ketupat dan lepet Mas. Sampean bisa pilih ada sate kerang, dan lontong kupang, gulai daging dan soto daging serta lainnya. Semoga masyarakat menikamati dan menjadikan berkah bagi kita semua," ujar pria yangvakrab disapa Cak Wi ini.
Demikian juga disampaikan oleh pengunjung yang mengaku sudah dua tahun hadir ke lokasi tersebut.
"Saya dari Krian Mas, Alhamdulilllah bisa makan gratis. Mulai ketupat dan sayur, ada jajan pasar, dan es kopyor kelapa muda. Rasanya khas banget, enak dan gratis lagi,^ ungkap Hanifah, warga Krian, Kabupaten Sidoarjo ini. (Mar)
Editor : amar