Budi Leksono Serap Aspirasi Warga Gelar Reses di RW 4 Purwodadi

avatar amar
Anggota DPRD Kota Surabaya (berdiri) saat reses di Purwodadi, Surabaya. (Tim)
Anggota DPRD Kota Surabaya (berdiri) saat reses di Purwodadi, Surabaya. (Tim)

Swaranews.com – Anggota DPRD Kota Surabaya, H. Budi Leksono, SH, menggelar reses di Jalan Purwodadi Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari penjaringan aspirasi masyarakat dalam masa sidang ke-2 tahun anggaran 2025.

H. Budi Leksono langsung mendengarkan keluhan dan aspirasi warga setempat. Hadir dalam reses tersebut diantaranya, tokoh masyarakat, perwakilan warga, serta berbagai elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi mereka.

Baca Juga: Budi Leksono Diskusi Politik Bersama Mahasiswa Unair dan Unesa

"Kami ingin memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dapat diperjuangkan di DPRD, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan warga," ujar Budi Leksono, Selasa (11/2/2025) malam.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu dirinya juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Surabaya.

"Hari ini ada laporan bahwa di RW4 Purwodadi Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya terkait temuan 6 ekor ular besar yang meresahkan dan bahkan ada du korban yang digigit ular. Saya langsung mengunjungi dan menghubungi instansi terkait. Oleh karena itu malam ini kita juga ada edukasi terkait penanganan ular dati BPBD," terang Buleks panggilan akrab Budi Leksono.

Oleh karena itu, dalam reses tersebut dihadirkan juga BPBD dan Pemadam Kebakararan dan Penyelamat.
 
"Edukasi ini menjadi sangat relevan mengingat banyaknya temuan ular di lingkungan warga. Bahkan, dalam kesempatan tersebut, ditemukan enam ular besar serta seekor biawak yang berhasil ditangkap. Warga merasa terbantu dengan informasi tentang berbagai jenis ular, cara mengantisipasi kemunculannya, serta tindakan yang harus dilakukan jika menemukan atau mengalami gigitan ular berbisa," paparnya.

Baca Juga: Johari Mustawan Minta Definisi Penerima Manfaat Diperjelas dalam Oembahasan Raperda Penyelenggaraan Program Jamsostek

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan juga imbauan kepada warga untuk rutin membersihkan gorong-gorong dan lingkungan sekitar, mengingat ular cenderung berada di tempat yang lembap.

Disinggung terkait pertolongan pertama, muncul aspirasi dari masyarakat agar Puskesmas di daerah rawan ular dapat menyediakan serum anti-bisa untuk penanganan darurat. Hal ini bertujuan mengurangi kepanikan warga yang seringkali harus berpindah-pindah dari Puskesmas ke rumah sakit lain karena kurangnya fasilitas penanganan gigitan ular.

Selain membahas masalah keselamatan dan kesehatan, warga juga menyampaikan usulan terkait pelayanan administrasi kependudukan. Mereka berharap perpanjangan surat-surat dapat dilakukan di tingkat kelurahan, sehingga masyarakat tidak perlu mengurusnya langsung ke pemerintah kota. Jika memungkinkan, layanan ini juga dapat dilakukan secara online untuk mempermudah warga dalam mengurus dokumen kependudukan.

Baca Juga: Komisi C DPRD Sirabaya Desak Pemkot Tambah Alat Pengeruk Sedimen dan Prioritaskan Bozem Antisipasi Banjir Rob

"Edukasi dan diskusi yang berlangsung ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan lingkungan serta mempermudah akses layanan publik. Warga RW 4 merasa bangga dan berharap adanya tindak lanjut dari pemerintah terkait usulan-usulan yang disampaikan," unhkap Buleks.

Budi Leksono menyatakan bahwa dirinya akan terus mengawal program-program pembangunan yang menjadi skala prioritas, khususnya di daerah pemilihan (dapil) 1.

"Sesuai harapan warga, dengan adanya perhatian dari pemerintah kota, berbagai usulan ini dapat segera terealisasi demi kesejahteraan masyarakat," tutup H. Budi Leksono, S.H. (mar)

Berita Terbaru