Swaranews.com – Dewan mengusulkan agar Pemerintah Kota Surabaya menambahkan anggaran untuk memberi perhatian khusus kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit.
Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretatis Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Mahfudz.
Baca Juga: HUT Ke-99 Usung Semangat Persebaya Untuk Semua
Menurutnya, Pemkot Surabaya sangat mampu untuk melakukan prioritas penganggaran tersebut. Sebab APBD Kota Surabaya cukup besar. Namun, alokasi anggaran guna penanganan wabah covid -19 masih kalah dengan daerah lain.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain, nilai anggaran Rp 196 Miliar itu rendah, dan itupun lebih banyak ke penanganan sembako, bukan untuk kesehatan. Harusnya anggaran itu ditambah dan diprioritaskan ke kesehatannya, yakni ke Puskesmas dan Rumah Sakit,” ujar Mahfudz kepada Swsranews.com, Senin (20/4/2020) di Gedung DPRD Kota Surabaya.
Baca Juga: M. Faridz Afif Resmi Pimpin DPC PKB Surabaya Periode 2026-2031, Targetkan Kejayaan di Pemilu 2029
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya yang membidangi perekonomian ini yakin, apabila seluruh Puskesmas yang ada dimaksimalkan keberadaannya guna membantu penanganan Covid -19. Maka hal ini akan membantu penanganan di tingkatan Rumah Sakit rujukan.
“Pemkot bisa kok memaksimalkan Puskesmas agar membantu peran rumah sakit rujukan, namun harus didukung dengan alokasi anggaran, seperti untuk APD dan lain-lain," tegas legislator asal fraksi PKB ini.
Baca Juga: Curhat Keluarga Almarhum ke Anas Karno: Minta Pengunkapan Kasus hingga Tuntas
Mahfudz menegaskan bahwa pihaknya mendorong agar anggaran penanganan Covid -19 ditambah dengan alokasi bidang kesehatan. Dengan mengkalkulasi ulang dana untuk pengadaan sembako.
“Karena misi saat ini adalah pemutusan mata rantai pandemik, bukan recovery dampak. Sebaiknya segera ditambah untuk mengcover anggaran kesehatannya,” tandasnya. (mar)
Editor : redaksi