Perkuat Sinergi, PCNU Gelar Halalbihalal di Kantor Sejarah Bubutan

avatar Amar
Halalbihalal PCNU Kota Surabaya. (Tim)
Halalbihalal PCNU Kota Surabaya. (Tim)

Swaranews.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menggelar silaturahmi Halalbihalal di Kantor HBNO, Jalan Bubutan, Minggu (12/4). Momentum di bulan Syawal ini menjadi ajang penguatan sinergi antara ulama, umara (pemerintah), serta lintas elemen masyarakat di Kota Pahlawan.

Acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Dzul Hilmi, Ketua PCNU Surabaya H. Masduki Toha, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, hingga Sekda Kota Surabaya Ikhsan. Tak hanya internal NU, hadir pula perwakilan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, tokoh agama Kristen dan Katolik, serta pengurus partai politik pemilik kursi di DPRD Surabaya.

Baca Juga: Peringati Wafatnya Bung Karno, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak Silaturahmi ke MWC NU

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Surabaya H. Masduki Toha kembali mengingatkan pesan legendaris dari pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari.

"Siapa yang mau mengurus NU, maka dia santriku," ujar Masduki menirukan dawuh Sang Pahlawan Nasional tersebut.

Masduki menekankan bahwa kekuatan NU terletak pada kedekatannya dengan akar rumput, mulai dari tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) di kecamatan hingga Ranting di kelurahan. Dengan struktur yang menyentuh level bawah, NU diklaim sangat memahami problematika umat secara nyata.

"NU mampu paham akan permasalahan umat. Kami titipkan NU pada njenengan (Anda semua), karena yang memiliki kebijakan dan anggaran adalah pemerintah dan legislatif," tuturnya seraya mengajak Pemkot dan DPRD untuk berkolaborasi secara simbiosis mutualisme.

Di hadapan para pejabat, Masduki juga menyoroti keresahan sosial yang terjadi di Surabaya, mulai dari tingginya angka pencurian kendaraan bermotor hingga ancaman narkoba yang kini merambah ke dalam cairan rokok elektrik (vape).

Baca Juga: PWNU dan PCNU Usulkan 9 Nana AHWA di Muktamar ke-35

"Masalah pencurian motor ini luar biasa, terjadi di mana-mana di Surabaya. Belum lagi rokok elektrik yang mulai dimasuki narkoba. Kalau begini terus, masa depan generasi muda kita bisa menjadi generasi yang linglung," cetus Masduki.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merespons positif ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan keinginannya untuk membangun Surabaya berlandaskan nilai-nilai agama yang kuat.

"Saya ingin menggerakkan Surabaya ini dengan Akidah Agama Islam Ahlusunnah Wal Jamaah," tegas Eri Cahyadi.

Baca Juga: Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Eri juga memaparkan salah satu langkah konkret pemkot, yakni program pembinaan anak muda di tingkat RW dengan dukungan anggaran Rp 5 juta per bulan. Ia berharap kader NU atau Ansor dapat terjun langsung mendampingi program tersebut agar tepat sasaran.

Bagi Eri, keberhasilan pembangunan Surabaya tidak diukur dari ketenaran namanya secara pribadi, melainkan dari kerja kolektif seluruh elemen.

"Kalau ditanya siapa wali kotanya dan dijawab Eri Cahyadi, maka saya belum berhasil. Tapi jika dijawab PCNU atau kerja bersama, berarti pembangunan Kota Surabaya telah dilakukan secara kolektif," pungkasnya. (Mar)

Berita Terbaru

Peristiwa,

DSDABM Optimalkan Rumah Pompa

Swaranews.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak subuh pada Senin (22/6/2026), menyebabkan sejumlah wilayah mengalami genangan. Namun, hingga