DPRD Surabaya Dorong Perumdam Surya Sembada Hadirkan Air Layak Minum

avatar Amar
H. Budi Leksono, Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya. (Amar)
H. Budi Leksono, Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya. (Amar)

Swaranews.com – Meski akses air bersih telah menjangkau ribuan rumah di Surabaya, ketergantungan warga terhadap air minum dalam kemasan (galon) masih sangat tinggi. Fenomena ini memicu sorotan tajam dari Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono.

​Politisi yang akrab disapa Buleks ini menilai sudah saatnya Surabaya melakukan lompatan besar. Menurutnya, pelayanan air di Kota Pahlawan tidak boleh berhenti pada status "air bersih" untuk mandi dan mencuci saja, melainkan harus bertransformasi menjadi air yang layak konsumsi langsung dari keran.

Baca Juga: Gerakan Basuh Kaki Orang Tua di Surabaya Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan Karakter

​“Air sudah mengalir ke rumah-rumah warga, tapi untuk minum masih beli dari luar. Ini tidak praktis dan menjadi catatan penting bagi kita semua,” ujar Buleks saat ditemui di Surabaya, Rabu (4/2/2026).

​Kriteria Pemimpin Baru Perumdam
​Isu kualitas air ini menjadi krusial seiring dengan proses pemilihan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Surya Sembada yang sedang berlangsung. Sebagai salah satu BUMD penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar, Buleks menegaskan bahwa nakhoda baru Perumdam haruslah sosok yang visioner dan eksekutor ulung.

​Ia menekankan bahwa calon pimpinan tidak boleh sekadar memahami regulasi di atas kertas, tetapi harus membawa solusi konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

​“Calon pimpinan itu harus punya program yang jelas. Bisa memaparkan evaluasi, temuan, dan progres nyata. Kita tidak ingin seperti memilih kucing dalam karung,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Ajak Warga Manfaatkan Perlinsos Digital 2026 untuk Validasi Bantuan Sosial

​Efisiensi Warga dan Digitalisasi Pelayanan
​Buleks memaparkan bahwa hadirnya air layak minum akan memberikan manfaat ganda (multiplier effect). Di satu sisi, beban pengeluaran rumah tangga warga akan berkurang karena tak lagi bergantung pada air galon. Di sisi lain, potensi pendapatan Perumdam justru bisa meningkat seiring bertambahnya volume pemakaian air oleh warga.

​Selain kualitas air, Buleks juga menyoroti urgensi transformasi digital di tubuh Perumdam untuk memperkuat posisi Surabaya sebagai kota dunia.

​“Kalau bicara Surabaya sebagai kota dunia, majunya harus jelas ke mana. Sistem digital perlu diterapkan karena masih banyak proses manual yang kurang efisien,” tambahnya. Namun, ia mengingatkan agar modernisasi tersebut tetap dibarengi dengan pelayanan yang ramah dan humanis.

Baca Juga: DSDABM Optimalkan Rumah Pompa

​Harapan Seleksi Profesional
​Di akhir keterangannya, Buleks berharap proses seleksi direksi Perumdam Surya Sembada berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari titipan kepentingan pihak tertentu. Ia menginginkan sosok yang memiliki rekam jejak mumpuni untuk menjaga aset berharga milik warga Surabaya tersebut.

​“Masyarakat sangat menunggu terobosan, terutama agar air Perumdam bisa langsung dikonsumsi. Air ini sumber kehidupan, dan inovasi ini adalah bagian dari wajah masa depan Surabaya,” pungkas Buleks. (Adv)

Berita Terbaru