Restuardy Daud Tekankan Fasilitas Satuan Pendidikan Perlu Dibenahi

Reporter : amar
Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud. ((Kemendagri)

Swaranews.com - Upaya pemerintah meningkatkan mutu fasilitas pendidikan terus diperkuat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menargetkan sekolah-sekolah dengan kebutuhan paling mendesak.

Dalam Rakor Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran TA 2026 di ICE BSD, beberapa waktu lalu, Kemendagri menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program di daerah agar dampaknya dapat segera dirasakan siswa.

Baca juga: Kabar Gembira! Insentif Guru Madrasah Non-ASN Cair Akhir Juni 2026

Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menjelaskan bahwa revitalisasi mencakup pemenuhan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, toilet, ruang praktik, hingga pembangunan unit sekolah baru untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan SLB.

“Yang kita dorong adalah hasil nyata. Fasilitas satuan pendidikan harus benar-benar membaik dan mendukung proses belajar anak-anak," ujar Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (17/11/2025)..

Baca juga: Gerakan Basuh Kaki Orang Tua di Surabaya Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan Karakter

Program revitalisasi ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan dilaksanakan melalui skema swakelola.

Restuardy menegaskan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam menetapkan satuan pendidikan prioritas, membina pelaksanaan, serta mengawasi proses bersama pemerintah pusat.

Baca juga: Kunjungi DPRD Surabaya, Bang Jo Ajak Siswa SMPIT Permata Melek Politik Sejak Dini

“Kalau pusat dan daerah bergerak bersama, revitalisasi bisa lebih cepat dan lebih tepat sasaran," tambahnya.

Melalui penguatan kerja bersama ini, pemerintah berharap perbaikan fasilitas pendidikan dapat berjalan lebih merata dan memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi seluruh siswa di Indonesia. (Mar)

Editor : redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru